Breaking News: SPSS Magazine

[Perhatian!] .:. Kreasi Isengnya Wijna :D

Ehem, ehem, ehem…

Pertama, saya ucapkan dulu deh, terima kasih kepada teman-teman yang udah menyempatkan diri membaca artikel ini. Saya ndak mau basa-basi. Kiranya dari gambar di bawah ini sudah cukup. :D

Eng Ing Eng!
Saya ndak tau apa reaksi temen-temen semua. Saya harap positif sih.

Oh ya, jangan salah lho. Itu gambar bukan hanya satu itu saja. Itu hanya kover dari majalah digital yang bisa pembaca simak di alamat ini:

http://wijna.webege.com/SPSS-Magz-01.pdf

formatnya PDF , 23 halaman , ukuran file 2,5 Mb , dan siap buat dicetak ukuran A4.
Sangar toh?
Kalau yang browsingnya pake Handphone saya mohon maaf kalau ndak bisa dibuka.

Mungkin ada temen-temen yang agak risih, kenapa Facebooknya Wijna itu berkutat seputar sepeda melulu. Yah, inilah kehidupan saya. Banyak hal positif yang saya peroleh dari sepeda. Mulai dari badan yang sehat, dapet banyak (banget) temen, sampai bisa menyalurkan hobi blusukan. hehehe.

Saya harap itu menular juga ke temen-temen yang sekiranya tertarik untuk bersepeda, tapi ndak punya kawan.

Jadi, tunggu apalagi? Baca ajalah, kasih kritik dan komentarnya yah. Nuwun… :D

Trima kasih banyak banget buat Mas Dhani, Mas Yudhi, Mas Yohan, Spica, dan Hario yang telah membuat saya pusing memilih-milih foto untuk dimasukkan disana :D

keterangan :
*)  isi postingan ini sepenuhnya hanya hasil kopi paste dari notenya  di FBnya Wijna si potographer SPSS yang Senang Poto Sana – Sini sehingga tercipta kreasi ini.

Another great talent.


Photographer wanna be.. :D YES, I AM! Over PeDe…haha.. (but still in dreaming….  :(   ). Yaa..eyalah! gimana ga cuma jadi mimpiku disiang bolong??!!. Hobi ini termasuk hobi yang mahal -this hobby will eat so much money to make the dream come true!- .

Masih teringat pertama kali megang kamera digital 10 tahun yang lalu ketika masih di malhikdua school dengan kamera FUJIFinPiX yang saat itu dibeli dengan harga Rp. 2.350.000,-(tu harga tahun 2001, mahal banged ya booo…)  Yeah, memanfaatkan fasilitas sekolah untuk mengeksplor bakat terpendamku.. heheh. Biasa dengan tampang pede menyebalkan – “Yang ambil gambarnya biar aku, kan fokusnya bagus ” Jiahhh….!

Sekarang setelah ‘terbebas’ dari fasilitas gratis itu, Talentku kutelantarkan?? O.. tentu tidak. Sekarang gemar mengexplor kemampuan lewat “Kamera Pinjaman” tentunya. Apa daya -mau beli tak mampu- hiks…!! Continue reading

beberapa waktu lalu…

Kenapa ku masih saja tak setegar pikiranku, ketika ku berpikir “semakin tinggi pohon- semakin banyak diterpa angin” begitu pula dengan umur, semakintua semakin banyak ditimpa masalah yang setia menghadang didepan mata. Harus tabah dan tegar bersabar.

Semakin ku mencoba bersabar semakin ku diuji kesabaranku

Begitu bodoh! pikiranku… yang selalu merasa hanya aku yang mengalaminya!! Kenapa selalu itu yang muncul dipikiranku, padahal ku sering berlogika pikiran itu hanya akan membelenggu diriku yang akan semakin tersiksa menjalani hidup.

Tuhan… Tolonglah Hamba-Mu ini.

Have you ever feel like this ????

Anyway, aku rindu sepedaku yang selalu  membawa diriku ketempat yang bisa jd penghiburku dikala ku sedih…
apa kabarmu ya setelah disofiyanisasi full body ya ??? I miss you tuk genjot pedalmu..

Gowes: JFB goes to Pantai Siung.

Nge-pit tekan Pantai Siung, Ajiiibb….
(Bersepeda sampai Pantai Siung)

Woh! Ternyata Bukan hanya Pulau Bali yang memiliki jejeran pantai berpasir putih, Propinsi D.I. Yogyakarta pun memiliki jejeran pantai indah berpasir putih di sepanjang pesisir pantai selatan Kabupaten Gunung Kidul. Salah satu pantai berpasir putih yang pantas dijadikan sebagai referensi adalah Pantai Siung yang tepatnya terletak di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, DIY.

Pantai dengan tebing karang tinggi ini wajar bila lantas menjadi pantai favorit. Selain keindahannya, pantai ini didukung oleh suasananya yang tenang. Maklum saja, karena bukan objek wisata utama, seperti Baron, Sundak atau pantai Kukup, Pantai Siung memang cenderung lebih senyap.

Letaknya yang harus ditempuh perjalanan selama 2,5 jam dari Jogja dengan kendaraan bermotor. Dengan jarak tempuh kira-kira 70 Km dari Nol Kilo Meter Jogja. Menggayuh sepeda sejauhitu? membayangkan saja sudah sungguh tidak mungkin. Bisa-bisa Si-Betis bisa meledak kegedean kalau sampai ngeggowes sampai Pantai Siung.

Tapi lain cerita kalau sudah JFB (Jogja Folding Bike) yang punya acara. JFB yang merupakan satu-satunya komunitas sepeda khusus sepeda lipat di wilayah Jogja ini, Tepat tanggal 24 Oktober 2009 kemarin berhasil membuktikannya. Gowes sampai pantai siung! Mau bukti? liat aja poto-poto berikut:

Boong banget ya?? hahaha.. Secara. Untuk ngeggowes sejauh 70 km sampai tempat tujuan memakai si Seli bisa sehari semalem tuh. Eniwei. Inilah untungnya Sepeda Lipat. Bayangkan aja sendiri… kenapa kita bisa sampai pantai dalam waktu kurang dari 2 jam perjalanan dengan seli…Hehe

Setiap ketemu tanjakan, selalu ber TTB : tuntun-tuntun buuu…

Tapi setelah tanjakan, selalu ada harapan baru. (harapan nggak nuntun lagi….langsung seeeeer…melaju, mblandang mengikuti turuan…. menikmati akselerasi!)

Aku sempat terpana dengan pemandangan sekitar. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan yang sungguh elok. Bagaimana tidak? daerah Wonosari adalah merupakan perbukitan karang, tapi sungguh elok orang-orang disitu merubahnya menjadi jajaran sawah-sawah rapi nan hijau oleh pepohonan. Salut buat  Wonosari. Hebat.  Bangga sama pemerintah D.I.Y sampai daerah pelosok pun jalanan sudah diaspal mulusss… Keprok-keprok!! Salut plus bangga. Semoga bisa jadi tauladan bagi daerah lain. Hidup Sultan! lhoh?!

Seperti sebuah ungkapan, “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah. Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.


Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.

Sumber : yogyes.com.

Ulah orang Sarap!

Beginilah ketika orang sarap beraksi. Tak kenal lelah mengotak-atik foto cantik menjadi seperti Alien yang hidup diKutub utara Bumi, sambil berdendang ala banyumasan.. “Mabok bae… Mabok bae...

Tak dinyana tak diduga, penggantian wajahku diprofile PesBuk berubah keusilan teroris maling poto. Dan beginilah hasilnya:

http://malhikdua.com/

Nek kalian mengaku “Sarap” juga, silahkan kopi disini dan pasang dihalaman kalian. Ane Ikhlas!…hiks…

Beginilah reaksi tersangka teroris, setelah ku interogasi atas tindakannya:

Aku: “Cak, nyong sakit kepala kieh. Gara-gara kakehen goyang kepala ala Banyumasan”

Cak Novi: “Pahalamu jan akeh. Anaku dadi terhibur. Mesti njaluk dibukake halaman banner :p”

Aku: “Yo syukurlah! Jika penderitaanku menghibur banyak org.. Smakin t’buka lebar2 jalanku ke Syurga. Amin. Sek, sek… Ta melu guyu! Wakakakakakkk…”

Cak Novi: “Amin. Semoga jembar kuburanmu…wkakakakak”

Aku: ……. (Amin po Asem?!)

krucil episode: sebagian melahirkan

ini adalah sebagian episode cerita krucil 50 tahun yang akan datang.
dimana ada:

Aslm’alkm. Un, Alhmdlh aq dh di karunia bayi pr, skrang dh 18 hr, mf br ksh kbr. doakn y, mg jd ank sholekha.
sender: Imas, Teh +62********
}
sent: 21-july-2009 11:34:37

sms yang baru masuk ke ha-pe bututku

wassalam.. woww. Alhmdlh teh… laki pa perempuan? Duh… Ku sampe meneteskan air mata saking bahagianya. keponakanku tambah satu lagi…
Prmpuan, nm fakhira mumtazah. lahir tanggal 2 juli 2009 jam 10 malem. tanggal lahir yang sama persis dengan aku.

2 juli

Continue reading

telujuni

jeng …

ketemu tanggal ini lagi:

3 juni

tanggal special buatmu, tanggal dimana ibumu memperjuangkan antara hidup dan mati untuk melahirkanmu kedunia ini saat itu 27 tahun lalu, tanggal dimana dimulainya babak baru kehidupanmu, tanggal yang selalu mengingatkanmu tetang resolusi hidupmu,

dan

tanggal yang selalu kuingat

untuk slalu mendo’akan

sahabatku,

mas’udatul khasanah Continue reading